Pengalaman Naik Bus Ke Semarang

bus malam jakarta semarangPengalaman ke Semarang naik bus merupakan pengalaman paling seru yang pernah saya alami. Dengan menumpang sebuah P.O bus ternama yang terkenal dengan kecepatan lajunya, saya pergi ke Semarang pada malam hari. Ini adalah kali pertama saya pergi ke Semarang dengan bus malam sendirian.

Perjalanan dimulai dari terminal Kp. Rambutan Jakarta Timur, saya menyempatkan diri untuk makan siang malam dahulu, karena bis mulai berangkat pukul 21:00. Setelah makan malam dengan soto Ayam, akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat di dalam bus ke Semarang itu.

Di dalam bus yang interiornya masih bagus dan kursinya empuk serta nyaman itu, para pedagang mulai menjajakan dagangannya sembari menawarkan. Memang rasaya rada mengganggu, tapi apa boleh buat, disabarin saja.

Bus mulai berangkat jam 21:30, telat setengah jam dari yang tertera di jadwal. Bus jalan perlahan sampai meninggalkan terminal Kp. Rambutan yang mulai sepi dari keramaian. Hingga memasuki jalan tol, bus mulai mempercepat lajunya.

Karena masih lama, akhirnya saya mulai mengantuk dan terlelap di dalam bus. Saya terbangun saat bus berhenti di rest area dalam rangka mengisi perut para penumpang dan awak bus.

Perjalanan panjang selama malam itu dihiasi dengan beberapa kejadian yang lumayan masuk ke dalam memori, salah satunya bertemu dengan seorang wanita di dalam bus yang kini telah menjadi kekasih.

Sekilas Tentang Kota Tua Jakarta

kota-tua-jakarta

Kota Tua Jakarta Zaman Dahulu

Kota Tua Jakarta, warga Jakarta mana yang tidak mengenal tempat historis yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Jakarta melawan penjajahan Belanda ini. Kota Tua sendiri kini banyak dilirik oleh para pecinta fotografi karena keindahan arsitekturnya yang bergaya khas kolonial. Dari abad ke 16, wilayah bersejarah dari Jakarta ini dijuluki “Mutiara dari Timur” dan “Ratu dari Timur”.

Wilayah yang merupakan sudut Jakarta ini memiliki luas hanya sekitar 1.3 km persegi. Luas sekecil ini konon menjadi cikal bakal Jakarta hari ini yang merupakan sebuah kota metropolitan. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa Kota Tua adalah saksi bisu sejarah Jakarta.

Di wilayah yang dulunya bernama Oud Batavia atau Batavia Lama ini juga ada museum yang di dalamnya banyak menyimpan sejarah Jakarta yang sangat bernilai. Kebanyakan pengunjung museum yang bernama museum Fatahillah itu adalah anak-anak sekolah, jarang sekali ada pasangan muda yang mengunjungi museum tersebut.

Di beberapa sudut kita bisa melihat beberapa boneka raksasa khas Jakarta, yaitu Ondel-Ondel. Namun sangat disayangkan, Ondel-Ondel ini hanya untuk pajangan jadi tidak bisa bergerak. Bagi Anda yang takut terhadap Ondel-Ondel jadi tidak perlu khawatir dikejar salah satu budaya khas Betawi Jakarta ini.

Kita juga bisa merasakan asyiknya berkeliling Kota Tua dengan menggunakan sepeda ontel, pokoknya serasa seperti kembali ke jaman dahulu. Apalagi kita-kita ini manusia yang modern, rasanya nikmat sekali berkeliling Kota Tua menggunakan sepeda. Untuk menyewa sepeda, kita cukup membayar harga sewa sepeda dengan sangat terjangkau, hanya 15 ribu rupiah saja. Sepeda-sepeda ontel ini memiliki warna cerah dan tampak menarik siapa saja yang memandangnya. Selain menikmati wilayah Kota Tua dengan menggunakan sepeda, kita juga bisa bergaya di depan bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur kolonial zaman dahulu.

Pada waktu tertentu seperti lebaran, Kota Tua biasanya dipadati para pengunjung dari berbagai wilayah Indonesia bahkan mancanegara. Yang sangat disayangkan, masih ada saja pengunjung yang bandel membuang sampah sembarangan sehingga mengganggu kenyamanan.

Jika mampir ke Jakarta, jangan lupa untuk mampir ke Kota Tua di wilayah Jakarta dan bergaya di sana, siapa tahu saja ada yang melirik Anda menjadi model fotografinya. Untuk mengetahui lebih jauh soal Jakarta, kunjungi http://www.jakarta.go.id/